Lulusan Program Magister Program Studi Rancang Kota memperoleh pengakuan dan apresiasi, diantaranya adalah keterlibatan dalam suatu asosiasi/ikatan, pengakuan profesi, dan apresiasi dalam tingkat nasional dan wilayah. Pengakuan dan apresiasi tersebut diberikan oleh pemerintah, masyarakat dan DUDIK.
SDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR

Jumat, 6 Februari 2026, Magister Rancang Kota telah menyelenggarakan kuliah umum awal semester genap 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara Daring di Ruang Kuliah 1 Lantai 3 Sayap Utara DTAP FT UGM dan secara luring melalui zoom meeting, terbuka untuk umum dan seluruh alumni.
Kuliah umum ini mengambil tema ‘Designing Resilient Cities: Regenerative Planning with Nature-based Solution’ dengan narasumber Anton Siura, founder sekaligus principal SIURA Studio. Pada perkuliahan ini Anton Siura memberikan wawasan mengenai pentingnya pertimbangan karakter dan konteks alami lingkungan perkotaan, integrasi water resources dan natural system, untuk menciptakan solusi liveable places rancang kota yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan.

Senin, 29 September 2025 hingga Jumat, 10 Oktober 2025, mahasiswa Magister Rancang Kota mengikuti kegiatan International Joint Studio 2025 yang terselenggara antara University of Melbourne, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. Studio bersifat multidisipliner, diikuti mahasiswa perencanaan wilayah kota, perancangan kota, dan arsitektur dari University of Melbourne, ITB, dan UGM. Dalam kegiatan ini mahasiswa meneliti tiga bidang tematik utama yaitu,urban settlements, urban nature, dan urban infrastructures.