LulusanProgram Magister Program Studi Rancang Kota memperoleh pengakuan dan apresiasi, diantaranya adalah keterlibatan dalam suatu asosiasi/ikatan, pengakuan profesi, dan apresiasi dalam tingkat nasional dan wilayah. Pengakuan dan apresiasi tersebut diberikan oleh pemerintah, masyarakat dan DUDIK.
Program Magister Program Studi Rancang Kota melakukan survei kepuasan pemangku kepentingan, yang terdiri dari:
- Survei kepuasan pengguna lulusan
- Survei kepuasan mahasiswa tiga tahun terakhir
- Survei kepuasan mitra
- Survei kepuasan dosen dan tenaga kependidikan
- Tracer study lulusan 2023/2024 dan 2024/2025
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pemangku kepentingan tergolong baik, dengan rata-rata nilai kepuasan 3,69 dari nilai 4,00 (tingkat kepuasan Tinggi menuju Sangat Tinggi). Hal ini menunjukkan bahwa kinerja program studi MRK dalam memenuhi harapan pemangku kepentingan sudah sangat baik. Meski demikian, peningkatan tetap perlu dilakukan pada aspek beberapa aspek guna menjaga kualitas mutu program studi.


Jumat, 13 Februari 2026, Mahasiswa Studio Rancang Kota Eksplorasi Komprehensif, di bawah bimbingan Prof. Ikaputra dan Prof. Bambang Hari Wibisono, menjadi bagian dari kegiatan FGD Tata Ruang Kawasan Rendah Emisi (KRE) Jeron Beteng yang diinisiasi Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, dimana kasus ini menjadi objek tugas studio.
Kegiatan ini dihadiri beberapa pemangku kepentingan terkait, dan dirancang sebagai forum diskusi strategis untuk memberikan arah penataan kawasan yang selaras dengan prinsip pembangunan rendah karbon, pelestarian nilai budaya kawasan, serta penguatan sistem mobilitas berkelanjutan di Jeron Beteng.


Mahasiswa baru Magister Rancang Kota angkatan 9 telah melaksanakan kegiatan Matrikulasi Persiapan Studio Rancang Kota pada 2 – 6 Februari 2026. Kawasan Pusat Kota Salatiga menjadi Objek pada Studio Rancang Kota Semester Genap 2025/2026 ini.
Kegiatan ini dimaksud untuk memberikan dasar pemahaman lingkup keilmuan rancang kota melalui eksplorasi kawasan urban secara langsung serta menyamakan dan menyiapkan kemampuan dasar mahasiswa dalam menempuh keseluruhan proses perkuliahan.

Jumat, 6 Februari 2026, Magister Rancang Kota telah menyelenggarakan kuliah umum awal semester genap 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara Daring di Ruang Kuliah 1 Lantai 3 Sayap Utara DTAP FT UGM dan secara luring melalui zoom meeting, terbuka untuk umum dan seluruh alumni.
Kuliah umum ini mengambil tema ‘Designing Resilient Cities: Regenerative Planning with Nature-based Solution’ dengan narasumber Anton Siura, founder sekaligus principal SIURA Studio. Pada perkuliahan ini Anton Siura memberikan wawasan mengenai pentingnya pertimbangan karakter dan konteks alami lingkungan perkotaan, integrasi water resources dan natural system, untuk menciptakan solusi liveable places rancang kota yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan.

Senin, 29 September 2025 hingga Jumat, 10 Oktober 2025, mahasiswa Magister Rancang Kota mengikuti kegiatan International Joint Studio 2025 yang terselenggara antara University of Melbourne, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. Studio bersifat multidisipliner, diikuti mahasiswa perencanaan wilayah kota, perancangan kota, dan arsitektur dari University of Melbourne, ITB, dan UGM. Dalam kegiatan ini mahasiswa meneliti tiga bidang tematik utama yaitu,urban settlements, urban nature, dan urban infrastructures.

Senin, 10 November 2025, Mahasiswa Rancang Kota angkatan 7 menghadiri Workshop Focus Group Discussion di Wunung, Gunungkidul. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengembangan potensi Wellness and Health Tourism di DIY, khususnya Kabupaten Gunungkidul, dan dihadiri oleh Ketua Umum Indonesia Health Tourism Society (IHTS).
Pada kegiatan ini, mahasiswa Magister Rancang Kota melakukan paparan hasil perancangan kawasan Wunung Giri Sela Kandha, yang menjadi objek studi Studio Rancang Kota Eksplorasi Komprehensif. Hasil perancangan “Wunung Art Forest” dengan tema Wunung Neka Seni memiliki daya tarik utama alam dan dipadukan seni serta kearifan lokal Kota Yogyakarta.

Pada tanggal 9 – 14 Oktober 2025, mahasiswa Magister Rancang Kota Angkatan 7 (semester 2), di bawah bimbingan Prof. Ikaputra dan Prof. Bambang Hari Wibisono, melaksanakan observasi lapangan Studio Rancang Kota Eksplorasi Komprehensif. Tema tugas studio kali ini adalah “Revitalisasi Kawasan Pasar Baru Jakarta”, dimana gagasan rancang kota dalam produk studio ini diarahkan untuk dapat menghidupkan kembali aktivitas kawasan, mengoneksikan dengan fungsi kawasan di sekitarnya dan kota Jakarta secara lebih luas, sekaligus menguatkan citra kawasan sebagai bagian sejarah kota Jakarta.


Sabtu, 27 September 2025, Mahasiswa Magister Rancang Kota angkatan 6 melakukan kegiatan kuliah lapangan ke Tambaklorok, Semarang. Tambaklorok merupakan kampung nelayan terbesar di Semarang yang berbatasan dengan Laut Jawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari Matakuliah Perancangan Kawasan Tangguh Bencana, di bawah bimbingan Dr. Ardhya Nareswari dan Dr. Atrida Hadianti. Pada studi kasus ini mahasiswa diharapkan dapat memberikan gagasan rancang kawasan yang tangguh bencana dengan tetap mengakomodasi aktivitas masyarakat setempat.

Jumat, 22 Agustus 2025, Program Studi Magister Rancang Kota menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Penggunaan Drone untuk Pemetaan dalam Rancang Kota” yang diikuti oleh mahasiswa dari angkatan 6, 7, dan 8. Kegiatan ini juga sejalan dengan aktivitas observasi lapangan Studio Rancang Kota Eksplorasi Komprehensif mahasiswa angkatan 7 di Kawasan Wunung, Wonosari, Gunungkidul.
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan melalui kerja sama antara Prodi MRK UGM, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, serta CUDD dengan tujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan mengoperasikan drone secara aman, efisien, dan sesuai ketentuan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh data lapangan yang lebih presisi untuk mendukung kegiatan pemetaan kawasan.